Durratul Muna– Himasta USK


Darussalam – Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) Universitas Syiah Kuala telah menorehkan prestasi luar biasa yang mengharumkan nama kampus dengan meraih penghargaan Silver Medal dan dua Special Award di Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) 2025, yang diselenggarakan di Korea Selatan. Penghargaan luar biasa ini diraih oleh Putri Salsabila Rinaldi dari Angkatan 21 bersama tim dari Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Biologi. Mereka memperkenalkan inovasi “Bhoi Morica”, sebuah olahan kue tradisional khas Aceh yang memadukan daun kelor, biji pepaya, dan gula merah. Produk ini dikembangkan sebagai solusi alami untuk mencegah stunting dan cacingan, khususnya pada balita dan ibu hamil.
KIWIE merupakan satu-satunya festival di dunia yang secara khusus merayakan para penemu perempuan beserta karya inovatif mereka. Selama lebih dari satu dekade, KIWIE telah berperan penting dalam mendorong pertumbuhan inovasi dari perempuan dengan menampilkan dan memberikan penghargaan atas teknologi paten dan penemuan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Pada tahun 2025 ini, KIWIE diselenggarakan dalam format hybrid, yaitu secara langsung maupun tidak langsung, sehingga peserta dan pengunjung dapat menikmati pameran secara fleksibel dan luas. Peserta yang berhak mengikuti acara ini adalah perempuan yang telah mendaftarkan atau mengajukan hak kekayaan intelektual industri baik di tingkat nasional maupun internasional.
Tujuan utama KIWIE adalah untuk meningkatkan minat perempuan dalam kegiatan inovasi dan penemuan serta memperkuat fondasi bagi perkembangan penemu perempuan. Selain itu, KIWIE juga memfasilitasi pertukaran gagasan dan membangun jaringan global antar penemu perempuan, serta menilai dan memberikan penghargaan terhadap teknologi paten dan inovasi mereka. Melalui ajang ini, berbagai temuan unggulan hasil karya perempuan dapat dipromosikan secara luas dan dimanfaatkan untuk kemajuan bersama.
Produk “Bhoi Morica” dinilai tidak hanya inovatif dari segi komposisi, tetapi juga unggul karena mengangkat kearifan lokal dengan dampak sosial yang jelas. Keunikan dan nilai aplikatifnya menjadikan tim USK layak meraih tiga penghargaan sekaligus dalam kompetisi ini.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan bahagia atas penghargaan Silver Award serta dua Special Award yang kami raih di ajang Korea International Women’s Invention Exposition. Penghargaan ini kami persembahkan untuk ide inovatif produk bisnis kami, yaitu Bhoi Morica sebagai upaya pencegahan stunting dan cacingan. Capaian ini tentu tidak lepas dari kerja sama luar biasa tim saya yang penuh semangat dan dedikasi. Saya berharap kekompakan tim kami terus terjaga dan ide inovatif ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Semoga ini menjadi langkah awal menuju kontribusi yang lebih besar di bidang kesehatan dan pemberdayaan produk lokal”, ujar Putri Salsabila Rinaldi.
Keberhasilan ini mendapatkan sambutan hangat dari Rektor Universitas Syiah Kuala, Dekan FMIPA-USK, serta Ketua Departemen Statistika. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi berbasis kearifan lokal mampu bersaing secara global. Capaian ini tidak hanya menjadi sumber inspirasi, tetapi juga kebanggaan bagi FMIPA dan Universitas Syiah Kuala secara keseluruhan.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *