Salsabila Ochtary– Himasta USK


Darussalam – Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) Universitas Syiah Kuala telah menorehkan prestasi luar biasa yang mengharumkan nama kampus dengan meraih Juara II Nasional di ajang Sandbox 2.0, kategori Hack4Health yang diselenggarakan oleh IEEE ITB Student Branch, pada 12 April 2025 di Bandung. Penghargaan luar biasa ini diraih oleh Musliadi dari Angkatan 22 dan tim dari Program Studi Informatika. Mereka berhasil menciptakan sebuah platform yang dinamai “Darah Tanyoe”, yaitu sebuah inovasi yang mengusung sistem distribusi darah yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif.
Kompetisi Sandbox 2.0 adalah ajang bergengsi yang menantang peserta untuk berpikir kritis dan menciptakan solusi inovatif dari awal. Dengan dua sesi yang terdiri dari tahap Bi-weekly secara daring yang berlangsung dari tanggal 11 Februari hingga 22 Maret 2025, dan sesi final Hackday yang digelar secara luring di GSG Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) selama dua hari pada tanggal 11-12 April 2025. Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam menciptakan solusi nyata yang berdampak. Melalui kompetisi ini, peserta dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam mengembangkan solusi yang inovatif dan efektif, serta bersaing dengan peserta lain dari berbagai latar belakang.
Presentasi akhir Musliadi dan tim dari Program Studi Informatika yang memukau berhasil mengundang decak kagum dari dewan juri. Tidak hanya karena kecanggihan teknologi yang ditawarkan, tetapi juga karena kepekaan sosial yang tinggi dan kepraktisan solusi yang diajukan. Platform “Darah Tanyoe” dianggap sebagai solusi inovatif yang siap diimplementasikan dan berpotensi memberikan dampak luas terhadap sistem pendonoran darah nasional. Dengan demikian, platform ini dapat menjadi jawaban efektif bagi tantangan dalam sistem pendonoran darah yang ada saat ini.
“Perasaan saya mendapatkan juara II di ajang Hack4Health tentunya senang, dikarenakan dibalik ini semua ada proses yang panjang. Ini adalah Hackathon pertama kami semua, bisa berada di lomba yang diadakan oleh IEEE Student Branch dan bersaing dengan kampus bergengsi seperti ITB, UI, Politeknik Jakarta, serta kampus lainnya membuat kami semakin semangat. Dan yang paling penting adalah saya bisa belajar banyak hal dari rekan satu tim, peserta yang mengikuti sandbox, mentor, dan juri selama mengikuti Hack4Health”, ujar Musliadi.
Keberhasilan ini mendapatkan sambutan hangat dari Rektor Universitas Syiah Kuala, Dekan FMIPA-USK, serta dari Ketua Departemen Statistika. Karena prestasi ini menjadi sumber kebanggaan bukan hanya untuk FMIPA, tetapi juga bagi Universitas Syiah Kuala secara keseluruhan.
“Prestasi ini adalah hal yang sangat membanggakan, baik bagi FMIPA maupun USK. Ini bukti bahwa mahasiswa kita mampu bersaing di tingkat nasional. Yang penting adalah bagaimana kita membina dan mempersiapkan mereka dengan baik. Semua mahasiswa punya potensi besar untuk berprestasi jika diberikan ruang dan dukungan yang memadai”, ujar Prof. Taufik, dikutip dari Kabar USK.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *